Tentang buku ini Buku ini dimulai dari sebuah adegan yang tidak biasa: guru-guru sekolah dasar yang mencium punggung tangan seorang murid, bukan sebaliknya. Murid itu anak bungsu KH Bahaudin Mudhary, ulama besar Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Yang menarik dari memoar ini adalah bahwa penulisnya menolak menikmati keistimewaan itu. “Aku



